"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?" "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?" Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...
Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala, diri ini tiada daya dan upaya tanpa kekuatan dari-Mu.. shalawat dan salamku kepada suri tauladanku Nabi Muhammad SAW, Ku harap syafa’atmu di penghujung hari nanti. *** Tepat pada tanggal 4 november 2017 ini saya resmi diwisuda, sudah terbebas dari bayang-bayang mantan skripsi. Menyandang gelar veteran kampus, pejuang yang sudah sekian lama bolak-balik kampus, revisi, nemuin dosen pembimbing yang hobi bikin mahasiswa menunggu, karena sewaktu saya butuh selalu ilang-ilangan kaya orang pacaran yang mau minta putus, serta literature tebal, penelitian yang menguras tenaga semua itu jadi makanan saya selama menjadi mahasiswa akhir, padahal pada dasarnya saya hanya mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang) dan kunang-kunang (kuliah nangkring), dan finally saya lulus juga. *** Saya menyadari bahwa dalam penulisan skripsi kemarin masih jauh dari kesempurnaan karena sempurna hanyalah milik Demian sang i...