Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Karena Impianmu Harus di Perjuangkan

Berapa banyak impianmu yang belum lunas sampai hari ini? Hidup adalah tentang melunasi mimpi, jika sekarang kamu berhenti, tak menyesalkah dirimu nanti? Kamu diperbolehkan mempunyai impian-impian besar. Kamu pun diperbolehkan menjadi orang yang berpikiran cemerlang yang mengantungi gagasan-gagasan mengagumkan, Tapi semua tak akan ada artinya jika untuk memulai saja kamu tak punya keberanian, sehingga mimpi-mimpi besar itu hanya akan menjadi awan mendung yang menggumpal di udara. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk mengarahkanmu menuju impian itu.  "Jika kau memiliki kesempatan melempar dadu, lemparlah tanpa ragu. Saat kau melempar, kau akan maju setidaknya satu kotak".   - Suits- Mewujudkan mimpi memang tak semudah cerita para motivator, sebagai manusia tentu wajar jika kamu takut gagal dan kalah. Namun, perjuangan terbaik adalah yang dihadapi dengan gagah berani sembari mengerahkan semua tenaga. Ada perbedaan besar antara pemimpi yang beker...

Membuat Ramadhan Lebih Bermakna

Marhaban ya Ramadhan…! Itulah kalimat yang akan senantiasa kita ucapkan dan lirihkan di lisan kita sebagai salah satu bentuk kegembiraan kita sekaligus rasa syukur kita kepada Allah SWT yang masih memberi umur panjang kepada hambanya untuk bisa dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Ramadhan tahun ini datang lebih awal dari tahun sebelumnya, datang lebih cepat dibandingkan tahun kemarin. Bulan ramadhan ini memang tepat menjadi momentum bagi perubahan diri. Sebagai manusia yang terus ingin berubah menjadi lebih baik, tentu kita pasti ingin  memperoleh Ramadhan yang benar-benar bermakna tidak hanya berlalu begitu saja. Kali ini saya akan berbagi beberapa cara sederhana agar ibadah kita bisa mencapai titik maksimalnya dibulan suci ini. Penasaran apa saja?  Yang pertama, Hindari Ngegosip Kroyokan Ngegosip atau bergunjing, menjadi salah satu hal yang dapat mengurangi amalan puasa. Membicarakan keburukan orang lain memang menggoda, tapi kebiasaan...

Keluarga

Keluarga  tempat kita bermula, rumah yang selayaknya tetap kita pulangi, tempat yang paling kamu percaya untuk menunjukan siapa kamu, tempat yang paling membuatmu nyaman untuk jadi diri kamu sendiri, tanpa tekanan, tanpa paksaan, bebas, sesuka kamu. Tempat dimana kita selalu dipercaya saat dunia tak lagi mempercayai. *** Seberapapun besarnya masalah kita dengan keluarga tak akan pernah menghapus tali serta hubungan darah yang melekat pada kita dengan keluarga. Betapa banyak orang yang berdekatan tapi tak saling terikat. Betapa banyak orang yang pulang kerumah setiap hari tapi tak benar-benar pulang. Pulang adalah kamu benar-benar ada untuk orang-orang yang kamu sayangi, hati dan pikiranmu ada bersamanya, sebagaimana hati mereka selalu punya ruang untukmu kembali. *** Rumah kata yang mempunyai banyak arti, ada yang mendefinisikan rumahku istanaku, tempat tinggal, tempat dibesarkan. Namun rumah dalam pandanganku lebih dari itu, rumah bangunan yang tak begitu luas namun c...