Langsung ke konten utama

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Masa-Masa PPLT

Hai semuanyaaa...
Kali ini saya mau share sedikit tentang program pengalaman lapangan terpadu saya atau biasanya sering kita sebut dengan PPLT, mungkin agak sedikit telat ya karena ini udah lewat beberapa bulan dari dilaksanakanya program itu. Saat PPLT berlangsung pada pertengahan tahun 2016 dan saat ini udah tahun 2017 itu saya masih semester 7 dan sekarang saya udah semester 8, gilee telat parah saya posting ini.
*** 
Ini adalah kali pertamanya saya sosok mahasiswa yang gak seberapa ini mencoba menjadi sosok seorang guru, which is saya mengambil program study pendididikan guru dan saya ambil jurusan early childhood education, dari sebagian temen saya 95% udah mengajar disekolah-sekolah bahkan ada temen saya yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah dan 5% belum pernah mengajar dan saya masuk kedalam 5% nya, ini adalah pengalaman yang enggak mungkin bisa saya lupakan dengan mudah, selama 2 bulan saya tinggal jauh dari keluarga jauh dari rumah, selama PPLT kemarin saya tinggal di rumah temen saya yang syuperr baik, dan beberapa temen saya yang lain menyewa satu rumah untuk ditinggali bersama, tapi sebagian ada juga yang langsung berangkat dari rumahnya kerena jarak rumah mereka dan sekolah yang menjadi tempat praktek tidak begitu jauh.
***
Sekolah yang ditunjuk menjadi tempat dilaksanakannya PPLT adalah TK Lestari yakni salah satu TK swasta yang bertempat di Kota Metro provinsi Lampung, banyak hal luar biasa yang saya temuin selama 2 bulan disekolahan ini, mulai dari kepala sekolah, guru pamong gue yang cantik dan super baiknya, guru-guru lain beserta staf yang sangat welcome dengan kedatangan saya bersama temen-temen saya yang lain. mereka sangat menjunjung rasa kekeluargaan ini semua saya bisa rasain sendiri selama saya disana, dan siswa-siswi yang selalu bikin saya tersenyum melihat tingkah lucu mereka, dan terkadang saya juga merasa ada saat dimana saya sangat merindukan mereka, saya berharap semoga kelak mereka menjadi anak-anak hebat dimasa yang akan datang.

Banyak kegiatan yang saya dan temen-temen saya ikuti dalam PPLT ini, antara lain kegiatan posyandu, pengajian dengan warga desa, serta mempersiapakan  kegiatan 17an. 

Dan saya bersyukur Tuhan telah mempertemukan saya dengan mereka semua, orang-orang yang berhati baik, berhati tulus tanpa berharap imbalan apapun, saya sadar ketika saya datang disekolah ini saya bukanlah mahasiswi yang cukup bekal untuk membagi ilmu saya dengan siswa-siswi disana bahkan hati saya sempet ciut, di otak saya udah numpuk opini-opini yang bejibun “bisa gak nih saya ngajar mereka” “gimana kalau mereka bête dengan kegiatan pembelajaran saya” “guru pamong saya galak gak ya” tetapi semua itu sirna saat guru pamong saya yang berhati baik bak malaikat tanpa sayap selalu tak berat hati memberi bantuan ketika saya dan temen-temen yang lain mengalami kesulitan. 

Dan ini saya share beberapa foto yang saya ambil saat kegiatan-kegiatan berlangsung.


 








































  



Begitulah kegiatan yang saya habiskan dengan mereka semua, yang paling mengesankan dari PPLT ini adalah rasa kebersamaan yang terjalin antara  saya dengan temen-temen saya walaupun kita sering selisih pendapat satu sama lain but this is fun and makes us more familiar, thank you so much guys.. I'm nothing without you!!!! 

serta ilmu yang saya dapet dari program ini, dan juga enggak bakal saya lupain jasa abang mie ayam dan abang bakso langganan yang sering saya dan temen saya sambangin saat pulang ngajar soalnya enaak banget hehe.. mie ayamnya kita selalu beli setengah porsi itupun porsinya udah super banyak dan tak lupa jasa bapak warnet yang gak bosen-bosennya kita samperin pagi siang malem untuk ngprint materi pembelajaran.

Yaudah gitu aja,  sampai jumpa ditulisan-tulisan saya selanjutnyaaa :)
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbaiki Apa Yang Salah

Hidup memang tak selalu mengalami kesedihan, seiring dengan berjalannya waktu, kesedihan akan berubah menjadi kebahagiaan. Tentu untuk merasa bahagia terlebih dahulu kita harus melewati masa-masa sulit. Hal ini lah yang membuat masa bahagia kita akan semakin bermakna dalam. *** Ada banyak sekali alasan mengapa seseorang merasa bersedih. Mungkin karena putus hubungan, ditinggal orang tersayang, perpisahan, kehilangan, kegagalan dan masih banyak alasan lainnya. Seolah tak bisa berkutik dan bingung harus melangkahkan kaki kemana. Perasaan galau ini secara tidak langsung akan membuat hati kita merasa tidak tenang dan tentram, karena terus menerus mencari jawaban yang bahkan kita sendiri sama sekali tidak tahu apa sih pertanyaannya. *** Perasaan sedih membuat seseorang lebih manusiawi, namun jika kesedihan ini berlangsung lama tentu tidak akan baik, seringkali kita tak bisa mengubah keadaan, tetapi kita bisa mengubah persepsi kita tentang keadaan tersebut, jika kamu tak bahagia...

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Kabar Dipenghujung Bulan Lima

Pagi ini terdengar nada nyaring dari telepon genggamku, kudapati pemberitahuan masuk dikotak pesan e-mailku. Seperti hari-hari biasanya, a ku harus bangun pagi-pagi melanjutkan lagi hidup yang memang harus dilanjutkan. Tidak lolos dalam penerima beasiswa untuk kedua kalinya tak apa, mungkin memang bukan jalannya. Kegagalan sudah sangat sering dialami dan kini aku mulai terbiasa. Cukup sering penolakan dalam hidup menghampiri, namun mimpiku tak mempunyai tanggal kadaluwarsa, ambil nafas dalam-dalam dan coba lagi. Ku bicara dalam hati menguatkan diri. Aku bisa berhenti jika berat, aku bisa berhenti kapan saja, jadi jangan berhenti hari ini, hari ini aku harus melangkah lagi. Goethe berkata "Pertahankan impianmu dan kesempatan akan datang mewujudkannya", dan aku percaya itu.