Langsung ke konten utama

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Hidup Seutuhnya


Hidup akan memiliki arti jika yang kita lihat adalah apa yang perlu dilihat, jika yang kita dengar adalah apa yang perlu kita dengar, jika yang kita bicarakan adalah apa yang perlu dibicarakan, dan jika yang ingin dicari tahu adalah apa yang perlu diketahui.

Hidup adalah bagaimana kita memandang dan merenung untuk mendapatkan arti dan tujuan dari hidup yang seutuhnya.

Hidup itu tentang tanggung jawab kita terhadap Tuhan.
Jangan menilai sama hari-hari yang akan datang dengan hari yang telah dilewati.
Meski jalan yang dilalui sangat panjang, akan ada cara untuk kita menyelesaikan segalanya, semua tergantung waktu.

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk melalu jalan yang sulit.
Dan berfikir: "Akhirnya kita sampai ditempat yang dituju".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbaiki Apa Yang Salah

Hidup memang tak selalu mengalami kesedihan, seiring dengan berjalannya waktu, kesedihan akan berubah menjadi kebahagiaan. Tentu untuk merasa bahagia terlebih dahulu kita harus melewati masa-masa sulit. Hal ini lah yang membuat masa bahagia kita akan semakin bermakna dalam. *** Ada banyak sekali alasan mengapa seseorang merasa bersedih. Mungkin karena putus hubungan, ditinggal orang tersayang, perpisahan, kehilangan, kegagalan dan masih banyak alasan lainnya. Seolah tak bisa berkutik dan bingung harus melangkahkan kaki kemana. Perasaan galau ini secara tidak langsung akan membuat hati kita merasa tidak tenang dan tentram, karena terus menerus mencari jawaban yang bahkan kita sendiri sama sekali tidak tahu apa sih pertanyaannya. *** Perasaan sedih membuat seseorang lebih manusiawi, namun jika kesedihan ini berlangsung lama tentu tidak akan baik, seringkali kita tak bisa mengubah keadaan, tetapi kita bisa mengubah persepsi kita tentang keadaan tersebut, jika kamu tak bahagia...

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Kabar Dipenghujung Bulan Lima

Pagi ini terdengar nada nyaring dari telepon genggamku, kudapati pemberitahuan masuk dikotak pesan e-mailku. Seperti hari-hari biasanya, a ku harus bangun pagi-pagi melanjutkan lagi hidup yang memang harus dilanjutkan. Tidak lolos dalam penerima beasiswa untuk kedua kalinya tak apa, mungkin memang bukan jalannya. Kegagalan sudah sangat sering dialami dan kini aku mulai terbiasa. Cukup sering penolakan dalam hidup menghampiri, namun mimpiku tak mempunyai tanggal kadaluwarsa, ambil nafas dalam-dalam dan coba lagi. Ku bicara dalam hati menguatkan diri. Aku bisa berhenti jika berat, aku bisa berhenti kapan saja, jadi jangan berhenti hari ini, hari ini aku harus melangkah lagi. Goethe berkata "Pertahankan impianmu dan kesempatan akan datang mewujudkannya", dan aku percaya itu.