Langsung ke konten utama

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Membuat Ramadhan Lebih Bermakna



Marhaban ya Ramadhan…! Itulah kalimat yang akan senantiasa kita ucapkan dan lirihkan di lisan kita sebagai salah satu bentuk kegembiraan kita sekaligus rasa syukur kita kepada Allah SWT yang masih memberi umur panjang kepada hambanya untuk bisa dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Ramadhan tahun ini datang lebih awal dari tahun sebelumnya, datang lebih cepat dibandingkan tahun kemarin.

Bulan ramadhan ini memang tepat menjadi momentum bagi perubahan diri. Sebagai manusia yang terus ingin berubah menjadi lebih baik, tentu kita pasti ingin  memperoleh Ramadhan yang benar-benar bermakna tidak hanya berlalu begitu saja. Kali ini saya akan berbagi beberapa cara sederhana agar ibadah kita bisa mencapai titik maksimalnya dibulan suci ini. Penasaran apa saja? 

Yang pertama, Hindari Ngegosip Kroyokan
Ngegosip atau bergunjing, menjadi salah satu hal yang dapat mengurangi amalan puasa. Membicarakan keburukan orang lain memang menggoda, tapi kebiasaan yang seperti ini aku rasa enggak banget, karena kamu belum tentu lebih baik dari orang yang sedang kamu jadikan bahan gunjingan dan juga kamu tidak berhak untuk menilai hidup mereka, itu bukan urusan kamu juga.
***
Demi tidak tergoda ngomongin orang mending jauh-jauh dulu deh dari kumpulan rumpi, kalau mau ingin ikutan ngumpul usahakan agar tetap diam kalau mereka lagi asyik gunjingin orang. Agar tidak ada bahan untuk ngegosip hindarin juga yang namanya nonton acara gosip di tv dan mantengin akun-akun rumpi yang udah berjamur di instagram.

Kedua, Banyak-banyak Ibadah
Banyakin ibadahnya, naikin nominal sedekahnya, kuatkan niatnya dan ikhlas menjalaninya. Tidak penting apakah rumah makan menutup kacanya dengan tirai gelap supaya kamu gak liat orang yang sedang makan didalamnya. Teman  kamu yang tidak berpuasa juga bebas mau makan dan minum didepan kamu. Bukankah keikhlasan sebuah ibadah tercermin dari seberapa sanggup menyembunyikan amalanmu dari orang lain?
***
Kamu yang sedang berpuasa, kamu juga yang sedang  dalam perjuangan menjadi manusia yang lebih baik. Seperti halnya Allah saja memberi apa yang tidak kita minta, masa iya.. tidak memberi yang kita minta, hanya saja waktunya yang masih dirahasiakan, bisa jadi setelah Ramadhan, atau nanti setelah kamu baca tulisan ini, atau kapanpun Allah mau, itu rahasiaNya.

Ketiga, Shalat Tepat Waktu
Jika biasanya kamu menunda shalat, mulai Ramadhan ini biasakaan shalat tepat waktu agar nanti selepas ramadhan kamu juga akan terbiasa tidak mengulur waktu, anutlah selalu kalimat right now. Jadikan adzan sebagai penanda jeda dari aktivitas yang sedang kamu kerjakan.
***
Dan sekarang sudah banyak sekali kemudahan agar kamu dapat terhubung dengan kebaikan ayat-ayat Allah, yang biasanya ponselmu penuh dengan lagu-lagu BTS, Twice ataupun Red Valvet, sekarang mulailah modifikasi playlist dengan bacaan Al-Quran yang akan menemanimu selama berkegiatan dengan nuansa Ramadhan. 

Keempat, Humblebrag
Ini nih yang seringnya terjadi pada diri kita, humblebrag sikap menyombongkan diri secara terselubung. Seperti kamu meremehkan diri sendiri padahal dibalik itu kamu ingin orang lain menganggap dirimu sudah melakukan sesuatu yang hebat, meski awalnya hanya ingin berbagi cerita soal kegiatan keseharian yang kamu lakukan di media sosial tapi bisa jadi orang lain merasa risih loh melihatnya keseringan.
 Example : 
"lelah adek, abis shalat terawih 23 rekaat nih sama keluarga tercinta and my dear."
Atau "Alhamdulillah hari ini bisa berbagi takjil gratis dengan sesama."
***
Jauhkan smartphone dari aktivitas beribadah, tahan dulu kebiasaan tangan membuka ponsel, kalau perlu tinggalkan saja dirumah saat kamu sedang beribadah di masjid, agar ibadah tidak terganggu dengan distraksi notifikasi dari ponselmu. Karena dibulan inilah ibadah akan dilipat gandakan, maka dari itu sebaikanya kita menjaga prilaku kita di kehidupan nyata maupun disosial media agar tidak menjadi sombong dan riya. Ibadah itu urasan kamu dengan Tuhan. Orang sedunia gak perlu tahu kamu ngapain aja, asal Tuhan mencatatnya habis sudah perkara.

Kelima, Atur Waktu Bukber Dengan Baik
Agenda rutin setiap bulan Ramadhan adalah buka bersamanya. Jadwal bukber yang padat dengan teman SD, SMP, SMA, teman kuliah, teman main kelereng, teman organisasi, pacar, mantan pacar, mantan calon pacar, mantan PHP, mantan calon PHP, mantan SEBASTIAN (sebatas teman tanpa kepastian), nah waktu bukber seperti ini sebenarnya justru membuat waktu ibadah kita terganggu. 
***
Biasanya kegiatan ini dimulai pukul 4 untuk kumpul-kumpul dulu, berceloteh manja sambil memesan makanan, selepas adzan maghrib, langsung deh kalian menyantap sajian berbuka karena sudah lapar, tidak sadar shalat maghribnya jadi lewat dengan alasan musholanya penuh dan ngantri, shalat isya dan terawih pun jadi korban selanjutnya. Waktu bukber masih berlanjut sampai jam 8 atau 9, setelah itu pulang cuci kaki tangan, capek, bobo deh. Bye bye waktu ibadah!

Sebaiknya kita meninjau ulang waktu bukber dengan diganti makan malam bersama selepas shalat terawih.
***
Nah itu tadi beberapa cara yang bisa dilakukan, Menciptakan ibadah puasa yang bermakna memang tidak sesulit yang dibayangkan. Selama punya niat yang kuat pasti bisa deh.

Selamat menyambut bulan Ramadhan 1439 H yaa.. semoga ibadah kita semakin berkualitas dari hari ke hari 😊

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbaiki Apa Yang Salah

Hidup memang tak selalu mengalami kesedihan, seiring dengan berjalannya waktu, kesedihan akan berubah menjadi kebahagiaan. Tentu untuk merasa bahagia terlebih dahulu kita harus melewati masa-masa sulit. Hal ini lah yang membuat masa bahagia kita akan semakin bermakna dalam. *** Ada banyak sekali alasan mengapa seseorang merasa bersedih. Mungkin karena putus hubungan, ditinggal orang tersayang, perpisahan, kehilangan, kegagalan dan masih banyak alasan lainnya. Seolah tak bisa berkutik dan bingung harus melangkahkan kaki kemana. Perasaan galau ini secara tidak langsung akan membuat hati kita merasa tidak tenang dan tentram, karena terus menerus mencari jawaban yang bahkan kita sendiri sama sekali tidak tahu apa sih pertanyaannya. *** Perasaan sedih membuat seseorang lebih manusiawi, namun jika kesedihan ini berlangsung lama tentu tidak akan baik, seringkali kita tak bisa mengubah keadaan, tetapi kita bisa mengubah persepsi kita tentang keadaan tersebut, jika kamu tak bahagia...

Menjadi Minimalis

"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?"  "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?"  Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...

Kabar Dipenghujung Bulan Lima

Pagi ini terdengar nada nyaring dari telepon genggamku, kudapati pemberitahuan masuk dikotak pesan e-mailku. Seperti hari-hari biasanya, a ku harus bangun pagi-pagi melanjutkan lagi hidup yang memang harus dilanjutkan. Tidak lolos dalam penerima beasiswa untuk kedua kalinya tak apa, mungkin memang bukan jalannya. Kegagalan sudah sangat sering dialami dan kini aku mulai terbiasa. Cukup sering penolakan dalam hidup menghampiri, namun mimpiku tak mempunyai tanggal kadaluwarsa, ambil nafas dalam-dalam dan coba lagi. Ku bicara dalam hati menguatkan diri. Aku bisa berhenti jika berat, aku bisa berhenti kapan saja, jadi jangan berhenti hari ini, hari ini aku harus melangkah lagi. Goethe berkata "Pertahankan impianmu dan kesempatan akan datang mewujudkannya", dan aku percaya itu.