"Kerja selama ini gaji kemana? Kok tabungan segitu-gitu aja?" "Banyak baju bukanya dikurangi malah beli lemari lagi, terus kalau rumah penuh dengan lemari gimana?" "Sampai kapan jadi bagian penyumbang sampah terbesar?" "Kapan mau jadi manusia yang bergunanya?" "Gak malu sama Tuhan?" Memilih hidup minimalis bukan tanpa alasan, ide pertama muncul saat otak mulai keruh, sejak saat itu mulailah mencari tahu tentang apa itu seni minimalism dan mulai berfikir untuk mencobanya, dan akhirnya tidak terasa kini sudah delapan bulan sejak memutuskan untuk merubah gaya hidup dan memilih untuk menjalani hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sikap boros dan berlebihan untuk hidup yang lebih simpel namun berkualitas dan tentunya lebih happy. Seringnya berpindah tempat tinggal, jika diingat lagi diusia yang sudah 25 tahun ini terhitung sudah 8 kali berpindah rumah dari kota satu ke kota lain untuk melanjutkan pendidi...
Halo !!
Sudah lama tidak menulis dan berbagi cerita, ini menjadi tulisan pertama saya ditahun 2019, sebenarnya diakhir 2018 sudah berencana untuk lebih aktif lagi di Blog ini minimal satu artikel di satu bulan, namun apa daya dari awal januari sampai awal april saya disibukan oleh beberapa keseharian, hingga rencana untuk menulis selalu ditunda.
Sungguh yang akan saya ceritakan kali ini bukanlah pure cerita bahagia, ini tentang pengalaman saya mendaftar beasiswa untuk S2 saya. Keinginian untuk melanjutkan kuliah menjadi impian saya setelah dinyatakan lulus menjadi sarjana akhir tahun 2017 lalu, bahkan keinginan untuk melanjutkan S2 dengan beasiswa sudah ada sejak masih duduk di semester 3 dibangku kuliah, dan mulai mencari informasi tentang beasiswa dari luar negeri sejak saat itu.
Apabila Eropa memiliki Erasmus Mundus dan DAAD, Inggris dikenal dengan beasiswa Chevening, Jepang dengan Monbukagakusho, serta Amerika dengan Fulbright nya maka South Korea dikenal dengan beasiswa GKS/KGSP. Ya, ditahun ini saya mencoba apply beasiswa GKS-G 2019. Dahulu namanya adalah KGSP (Korean Goverment Scholarship Program) namun saat saya apply ditahun 2019 ini namanya telah berubah menjadi GKS (Goverment Korean Scholarship).
Beasiswa ini adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Korea dengan representasi nya yaitu NIIED (National Institute for International Education), bagi mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi. Untuk program S1 disebut GKS Undergraduate dan S2, S3, Resercher disebut dengan GKS Graduate. Beasiswa ini terdapat dua jalur untuk mendaftar, melalui Embassy track/Kedutaan dan University track. Beasiswa ini sendiri mempunyai dua tahap seleksi, yang pertama seleksi berkas/dokumen dan yang kedua adalah seleksi wawancara. Untuk file persyaratan seperti dokumen, guideline dan informasi universitas mana saja yang menerima bisa kalian buka lansung dilaman resminya studyinkorea.com disana sudah lengkap tinggal di download dibaca, dipahami baik-baik dan dipenuhi persyaratanya.
Singkat cerita dari akhir januari saya mulai mempersiapkan semua dokumen persyaratan, dimulai dari menerjemahkan ijazah, transkip nilai, sertifikat penghargaan, bukti kewarganegaraan orang tua dll, ke dalam bahasa inggris di JTC (Jakarta Translation Center), serta meminta surat rekomendasi dari pihak kampus, bolak-balik capil untuk meminta legalisir akta lahir saya. Mulai membuat personal statement dan personal of purpose, serta mengisi semua aplication form.
Saya apply 2019 GKS-G di Ewha Womans University untuk Master program dengan Early Childhood Education sebagai major. Ya, saya memilih jalur universitas dengan mengirim semua dokumen persyaratan langsung ke universitas tujuan saya. Alhamdulillah semua saya lalui dengan tangis, tawa, bahagia. Berbekal informasi yang selama ini saya dapat dari membaca ratusan artikel tentang GKS dan selama bergabung dengan anggota 2019 GKS WARRIOR yang didalamnya beranggotakan student Indonesia, serta saya juga ikut aktif bergabung dalam grup 2019 KGSP Future di Twitter yang anggotanya dari berbagai negara yang tujuan saya bergabung dengan mereka adalah untuk saling bertukar infomasi tentang beasiswa yang akan saya daftar.
Setelah semua persayaratan saya lengkapi, tibalah pada pagi hari tanggal 14 Maret saya pergi menuju kantor pos dekat rumah untuk mengirim dokumen saya melalui EMS. Setelah mengirim, tinggal menunggu dan berdoa semoga dokumen saya tidak melebihi deadline yang sudah ditetapkan dari Ewha Womans University yaitu tanggal 22 Maret pukul 17.00 KST.
Bagaimana nanti kalau ternyata berkas saya tidak sampai, tertahan di bea cukai atau rusak ditengah jalan, sobek, kehujanan, basah dll, di otak saya sudah bersliweran pikiran kotor seperti itu, wkkkkkk.. karena jika lewat dari deadline yang sudah ditetapkan maka dokumen tidak akan diterima, itu yang menjadi kekhawatiran saya.
Dan pada tanggal 18 Maret saya mendapat notifikasi dari pihak EMS dan email dari pihak EWHA bahwa dokumen saya sudah diterima pihak kantor penerimaan Ewha Womans Univ. Disitulah saya mulai lega namun kelegaan itu tidak bertahan lama, perkecamukan hati dimulai, rasa tidak karuan datang, menunggu pengumuman berkas saya lolos atau tidak. Setiap hari, setiap menit, setiap detik cek email dan selalu berdoa untuk menunggu kabar selanjutnya dari dokumen saya, karena sejak berberapa hari belakangan di grup sudah ramai sebagian besar dari teman saya menginfokan bahwa mereka sudah mendapatkan kabar dokumen mereka telah lolos dan telah mendapat jadwal untuk wawancara dari pihak univ masing-masing.
Dan saya pun mulai berfikir kenapa saya belum juga mendapat kabar dari pihak EWHA atas kelanjutan cerita saya ini. Namun saya terus mencoba bersabar dengan harap cemas. Dan tepat pada tanggal 28 Maret saya mendapatkan email dibawah ini.
Pada intinya isi dari email ini mereka meginfokan bahwa dokumen saya sedang diproses dan mereka akan menyeleksi kandidat yang lolos dan akan melakukan interview untuk tahap selanjutnya. Meski saya belum tentu lolos di saat itu saya mulai belajar cara interview yang baik dan benar, hitung-hitung sedia payung sebelum hujan. Belajar melalui youtube, bertanya dan belajar dengan teman yang sudah pernah mendapatkan beasiswa luar negeri, serta praktek interview didepan cermin. Maklum jika saya lolos ini akan menjadi interview pertama saya menggunakan bahasa inggris wkkkk..
Dan alhamdulillah tepat pada tanggal 30 maret saya mendapatkan email bahwa saya lolos seleksi dokumen dan diminta untuk bersiap melakukan interview di tanggal 1 april atau 2 april berkisar jam 10 sampai 5 sore waktu Korea.
Tepat pada tanggal 02 april 2019 pukul 09:43 WIB ada telepon masuk dengan nomor asing ternyata benar dari pihak Ewha Womans University, interview via telepon ini cukup singkat, kalimat pertama yang saya ucapkan adalah "annyeong haseo" dengan jantung yang berdetak kencang seperti akan keluar dari rongga dada saya, beliau bertanya pada saya apakah saya bisa bahasa korea jika bisa saya diminta untuk memperkenalkan diri menggunakan bahasa korea. Dengan kepolosan saya pun mengiyakannya, setelah itu kamipun memulai interview, pertanyaan beliau berfokus pada statement of purpose yang telah saya buat sebelumnya. Dan beliau memberitahu saya bahwa ini adalah interview pertama nanti akan ada interview kedua.
Tidak berselang lama yaitu pukul 10:53 WIB dihari yang sama, namun dengan nomor berbeda dari sebelumnya menghubungi saya. Ceria adalah kata pertama yang ada dibenak saya setelah mendengar kata "Hello is this Dita Meirani?" Penelepon kedua ini lebih ceria suaranya juga terdengar sangat muda. Interview kedua ini juga cukup singkat tidak lama beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dan menanyakan alasan saya mendaftar beasiswa GKS, ya! Hanya itu saja. Jika interview pertama menggunakan korean dan english, interview kedua ini full menggunakan english, dan yang menelepon saya kedua-duanya adalah wanita.
Dan pada tanggal 18 Maret saya mendapat notifikasi dari pihak EMS dan email dari pihak EWHA bahwa dokumen saya sudah diterima pihak kantor penerimaan Ewha Womans Univ. Disitulah saya mulai lega namun kelegaan itu tidak bertahan lama, perkecamukan hati dimulai, rasa tidak karuan datang, menunggu pengumuman berkas saya lolos atau tidak. Setiap hari, setiap menit, setiap detik cek email dan selalu berdoa untuk menunggu kabar selanjutnya dari dokumen saya, karena sejak berberapa hari belakangan di grup sudah ramai sebagian besar dari teman saya menginfokan bahwa mereka sudah mendapatkan kabar dokumen mereka telah lolos dan telah mendapat jadwal untuk wawancara dari pihak univ masing-masing.
Dan saya pun mulai berfikir kenapa saya belum juga mendapat kabar dari pihak EWHA atas kelanjutan cerita saya ini. Namun saya terus mencoba bersabar dengan harap cemas. Dan tepat pada tanggal 28 Maret saya mendapatkan email dibawah ini.
Dan alhamdulillah tepat pada tanggal 30 maret saya mendapatkan email bahwa saya lolos seleksi dokumen dan diminta untuk bersiap melakukan interview di tanggal 1 april atau 2 april berkisar jam 10 sampai 5 sore waktu Korea.
Tidak berselang lama yaitu pukul 10:53 WIB dihari yang sama, namun dengan nomor berbeda dari sebelumnya menghubungi saya. Ceria adalah kata pertama yang ada dibenak saya setelah mendengar kata "Hello is this Dita Meirani?" Penelepon kedua ini lebih ceria suaranya juga terdengar sangat muda. Interview kedua ini juga cukup singkat tidak lama beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dan menanyakan alasan saya mendaftar beasiswa GKS, ya! Hanya itu saja. Jika interview pertama menggunakan korean dan english, interview kedua ini full menggunakan english, dan yang menelepon saya kedua-duanya adalah wanita.
Setelah semuanya terlewati saya pun tinggal menunggu hasil. ada tanggal 04 april 2019 saya mendapatkan email dari Ms. Jihye Park bahwa dengan menyesal karena kompetisi yang tinggi permohonan beasiswa saya ditolak.
Satu bulan dari pengumuman itu saya mulai bangkit dan menata diri kembali, menyiapakan amunisi lagi untuk beasiswa yang akan saya apply selanjutnya berbekal dari pengalaman sebelumnya mendaftar beasiswa GKS-Graduate 2019.
Karena sampai detik ini saya sedang menyiapkan lagi persyaratan beasiswa luar negeri yang akan saya apply dan semoga nanti bisa saya share lagi disini tentu dengan cerita bahagia aamiin. Doakan :)
Dan pesan untuk teman-teman semuanya yang akan mendaftar beasiswa, persiapkan dengan matang dari jauh-jauh hari, jangan malas mencari informasi, lebih teliti saat menyiapkan dokumen ataupun mengisi aplication form, banyakin berdoanya, terus berusaha untuk hasil akhir serahkan semuanya pada Tuhan.
Salam,
Ditengah mendungnya langit kota,
ditengah kebosanan saya belajar.
Dikamar saya.




Semangat semangat miiissss. You can do that ��
BalasHapusFighting !!
HapusKak, aku lagi mau coba untuk ikut beasiswa GKS itu, dan katanya di twitter ada grupnya. Boleh ga ka aku gabung ke grupnya?
BalasHapusAku juga mau gabung di grup Twitternya kak
Hapus@erikaaerik
Terima kasih sebelumnya ☺
Dan tetap semangattt
Halo, saya tertarik untuk translate akta lahir saya di JTC juga untuk GKS ini, mbak sendiri memakai jasa penerjemah tersumpahnya saja atau harus dilegalisir notaris juga? mohon jawabannya. terima kasih
BalasHapusHai! Saya hanya pakai penerjemah tersumpahnya saja ^^
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHai aku Atia, it's so really good to read ur story. Btw aku dari sma emang udh tertarik buat daftar KGSP, dan kira kira kalo aku mau gabung ke grup twitter tsb bisa ga yaa? Biar tau informasi gitu hehe, and if you pleased, aku mau kontak kaka buat sharing atau tanya2 terkait gks. Thanks:)
BalasHapushalo kak dita, boleh gabung grup twitternya ga kak? unameku @sukmadhy_
BalasHapusUdah berapa kali baca ini, masih terasa merinding aku dek...
BalasHapusAyo donk nulis lagii
Udah berapa kali baca ini, masih terasa merinding aku dek...
BalasHapusAyo donk nulis lagii
Halo ka saya tertarik untuk daftar ini di tahu 2020. :D Kalau saya boleh tanya, persyaratan yang harus dipenuhi apakah yang ada di GKS atau ada persyaratan khusus dari Ewha ya? Terima kasih sebelumnya kaa
BalasHapusHai, saat tahun lalu persyaratan yang dikasih Ewha sama dengan persyaratan yang tercantum di GKS univ track, Tidak ada penambahan. Semangat ya !
Hapushai kak, mau ikut tanya, apa ada biaya tambahan untuk pendaftaran ke Ewha nya? terimakasii
HapusHi.. tidak ada biaya sama sekali untuk pendaftarannya. Gratis!
HapusBiaya yang harus dikeluarin itu hanya untuk nyiapin semua dokumen sesuai persyaratan dan biaya untuk kirim dokumen dari indonesia ke kekorea.
selamat siang, untuk surat rekomendasi perlu menggunakan kop institusi tidak ya mba? semisal dari dosen pembimbing, kemudian menggunakan kop kampus.
BalasHapusjadi untuk pendaftaran via university track semua by pos ya? tidak melalui online
Halo Poppy, iya harus pakai kop institusi sesuai dengan persyaratan dan semua document dikirim by pos.
HapusKak izin naruh link tau saja butuh informasi terbaru tentang GKS https://muchlassains.wordpress.com/2020/03/10/pengalaman-mendaftar-s3-beasiswa-gks-korea-2020-jalur-seleksi-universitas/
BalasHapus